Monday, 6 November 2017

Alamat Tempat Gurah Di Bandung 24Jam

Alamat Tempat Terapi Gurah Di Kota Bandung 24 Jam

Gurah adalah metode pengobatan kuno yang sudah ada sejak zaman nabi muhammad SAW. pada zaman Rasulullah, gurah dipakai untuk mengobati penyakit udzrah dengan cara memasukkan cairan kayu hindi kedalam hidung atau cekokan.

Gurah bukan hanya bermanfaat untuk mengobati penyakit, namun bermanfaat juga untuk mengahaluskan dan menjernihkan suara serta memanjangkan nafas. Oleh karena itu terapi gurah sering dipakai oleh para pesinden, dalang, qari, qari'ah, dan penyanyi untuk mendukung profesi mereka.

Jika anda penasaran dengan terapi gurah dan ingin merasakan sensasi gurah silahkan datang ke alamat tempat gurah di Bandung 24 jam, untuk info selanjutnya hubungi HP / WA 085295035000 . Kami juga melayani terapi gurah panggilan untuk wilayah Bandung raya dan sekitarnya.



GURAH termasuk tradisi klasik (TRADISIONAL) tempo dulu, yaitu suatu teknis pembersihan atau ngoroki (Jw) SALURAN PERNAPASAN (mulai dari sekitar paru-paru, tenggorokan, rongga hidung dan rongga mulut) dari halhal yang biasa mengendap, menyumbat maupun yang mengotori di saluran itu. Dari beberapa literatur yang tercatat dalam sejarah, banyak yang menyebutkan bahwa Gurah pertama kali berasal dari Yogyakarta, tepatnya dari suatu daerah yang berada di dekat makam raja-raja Mataram di Imogiri. Asal-muasal waktunya sekitar tahun 1900 M (awal abad 19).

MANFAAT GURAH

Kami melayani terapi gurah untuk wilayah Kota Bandung dan sekitarnya, silahkan datang ke tempat gurah kami di Bandung Dengan Alamat Komplek Wisma Resko Nugraha blok A2 No. 05 Ujungberung Bandung (Depan asrama militer zipur).

Adapun manfaat gurah adalah sebagai berikut 
  • Menjadikan Suara Jernih Dan Merdu Sangat cocok untuk : qari'-qari'ah, guru, khatib, MC, dalang, pesinden, penyanyi dan lain-lain
  • Mengeluarkan Nikotin Dan Alkohol. Membantu bagi yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok maupun minum minuman beralkohol
  • Pencegahan Dan Pengobatan Terhadap Gangguan Kesehatan. Namun dalam hal ini, hanya sebatas gangguan yang ada pada saluran pernapasan (segala batuk, sesak napas, sering berdahak, radang tenggorokan, pusing kepala/migren, flu/pilek, sinusitis dan polip).

CARA/PROSESI GURAH

  1. Ditempat khusus berupa dipan/bale, posisi awal ”pasien” BERBARING santai sebentar, dan dapat dipersilahkan BERDOA sebagai persiapan
  2. ”Terapis” Gurah MENETESKAN ramuan Gurah (yang berasal dari bahan-bahan Alami) ke rongga hidung yang kemudian pelan-pelan masuk membasahi saluran pernapasan hingga sekitar paru-paru
  3. Ramuan hanya dalam hitungan detik akan bereaksi MENCAIRKAN endapan, sumbatan maupun kotoran pada saluran pernapasan
  4. Syaraf bereaksi menegang untuk mendorong secara ”pelan-pelan namun pasti” MENGELUARKAN endapan, sumbatan maupun kotoran pada saluran pernapasan
  5. Posisi ”pasien” bergerak mengambil posisi TENGKURAP sehingga endapan, sumbatan maupun kotoran akan keluar dengan sendirinya melalui MULUT dan LUBANG hidung, dibuang/diarahkan pada tempat PENAMPUNG yang telah disediakan
  6. Proses Gurah berlangsung dengan posisi badan tengkurap, santai/rileks dikarenakan biasanya proses pembersihan ini membutuhkan waktu antara 45 MENIT hingga 60 MENIT (1 jam), tergantung dari sedikit-banyaknya endapan, sumbatan yang mengotori saluran pernapasan
  7. Terakhir, sebagai penuntasan ke kamar mandi/kran air yang telah disediakan, membasuh MUKA dan BERKUMUR, sehingga kondisi badan, khususnya- muka akan nampak kembali SEGAR

Catatan penting !!!

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama prosesi Gurah,
yaitu :
  • Selama ”pasien” tengkurap dalam prosesi ini HARUS TENANG, yang artinya TIDAK BOLEH MELUDAH-LUDAH, SISI ataupun GOEK-GOEK (Jw). Hal ini dimaksudkan agar kotoran Gurah keluar dengan sendirinya melalui MULUT dan LUBANG hidung, meskipun alirannya terkesan pelan
  • ”Pasien” cukup santai dengan mulut NGOMPLONG (Jw), mata TIDAK TERPEJAM dan TIDAK BOLEH TIDUR agar muka tidak bengap ketika selesai prosesinya nanti
  • TIDAK PERLU PANIK ketika pernapasan hanya dapat MELALUI MULUT. Hal ini terjadi karena hidung akan terasa penuh oleh sumbatan kotoran yang keluar. Namun tidak perlu khawatir karena nanti akan kembali PLONG lagi setelah prosesi Gurah selesai

Kemungkinan-kemungkinan !!!

Dikatakan kemungkinan karena hal ini dapat terjadi ataupun tidak, setiap
”pasien” bisa berbeda. Kemungkinan itu adalah :
  1. BERSIN terus-menerus. Biasanya terjadi karena hidung peka terhadap ramuan Gurah, atau dikarenakan sebelumnya ”pasien” memang sudah dalam keadaan terkena flu/pilek. Hal ini tidak berbahaya, bahkan prosesi Gurah akan lebih cepat selesainya
  2. MUNTAH. Hal ini terjadi biasanya karena sebelumnya ”pasien” sudah tidak enak badan ataupun masuk angin. Atau juga dapat dikarenakan jijik melihat kotoran Gurah yang keluar. Terkadang tidak jijik dengan yang milik sendiri, tetapi jijik terhadap kotoran Gurah ”pasien” lain yang kebetulan saja bersamaan

SYARAT UNTUK ”PASIEN” GURAH

Bagi anda yang mencari alamat tempat gurah di Bandung silahkan menghubungi Nomor kontak ini, HP 089526881111 atau WA 085295035000

Mengenai syarat untuk pasien gurah adalah sebagai berikut :
  • DEWASA namun TIDAK RENTA Untuk ”pasien” Gurah minimal sudah usia remaja. Kira-kira SMP kelas 3 sudah memenuhi syarat, sehingga dalam hal ini untuk bayi dan anak-anak jelas belum boleh di proses Gurah. Begitu juga untuk usia renta sebaiknya juga jangan. Apalagi fisik sudah nampak melemah, malah dapat membahayakan
  • NIAT dan BERANI Meski tidak menakutkan, Gurah tetap berhubungan dengan keberanian yang setiap orang pasti berbeda. Sehingga, karena hal inilah yang akan memutuskan tiap orang”Niat atau tidak” untuk Gurah.
  •  SABAR dan TIDAK JIJIK Karena prosesi Gurah rata-rata hampir 1 jam, maka ”pasien” harus sabar. Begitu juga dengan rasa jijik harus dihilangkan
  • Memungkinkan secara TEKNIS. Pada prinsipnya ”pasien” harus MAMPU/TAHAN untuk TENGKURAP selama kurang lebih 1 jam.
  • Memungkinkan secara KEADAAN. Ini bersifat kasuistik, yaitu pada ”pasien” TIDAK ADA GANGGUAN KESEHATAN seperti : asma berat, tidak epilepsi (ayan), tidak sehabis operasi besar, tidak hamil, tidak bungkuk (mungkin karena renta) serta tidak tergesa-gesa waktunya

PANTANGAN SETELAH GURAH

  1.  ”Pantangan” Umum. Sebenarnya secara UMUM tidak ada istilah pantangan SERIUS setelah proses Gurah. Hanya saja dalam waktu 1 (satu) hari, bagi semua ”pasien” baik yang memiliki gangguan/keluhan kesehatan maupun tidak, SEBAIKNYA tidak MINUM ES. Biasanya ketika MINUM ES memang terasa ”NYES!”, tetapi pada hari berikutnya dapat terserang rasa PERIH DITENGGOROKAN
  2. ”Pantangan” Khusus. Secara khusus-pun yang namanya pantangan oleh ”Dokter” Gurah sering disampaikan menjadi sebatas SARAN/ANJURAN. Hal ini-pun biasanya berhubungan dengan GANGGUAN, KELUHAN atau KONDISI kesehatan SEBELUMNYA, misalnya :
  • ”Pasien” yang sebelumnya hobby minum es, sementara niat Gurah dikarenakan gangguan kesehatan flu/pilek, maka ”Dokter” Gurah disamping yang 1 (satu) hari tadi, juga MENYARANKAN untuk tidak minum es lagi untuk hari-hari selanjutnya
  • ”Pasien” yang sesak napas, dan menurut keterangannya adalah seorang perokok, maka ”Dokter” Gurah MENYARANKAN untuk tidak merokok lagi pada hari-hari selanjutnya. Seperti itu saja … Tetapi kalau tidak ada gangguan/keluhan yang serius, sementara daya tahan tubuh kuat terhadap es dan rokok, maka mau hoby keduanya, silahkan saja Khusus bagi yang Gurah karena berniat untuk suara (qari'-qari'ah, guru, khatib, MC, dalang, dll), maka ada beberapa hal yang dapat membuat suara awet (tahan lama) tetap jernih, yaitu :

MENGURANGI konsumsi :
a. Es dan air kulkas
b. Makanan yang berminyak
c. Makanan pedas/sambal
d. Makanan terlalu panas
Paling tidak dalam rangkanya, misalkan ingin MENGULANG Gurah lagi dalam
jarak waktu lebih lama


MENGULANG GURAH

Pertanyaan yang sering disampaikan :
  • Apa Gurah WAJIB mengulang?
  • Kapan Gurah HARUS mengulang?
  • BERAPA JARAK waktu Gurah, misal harus mengulang?
Sebenarya tidak ada ”aturan” baku yang menyatakan bahwa Gurah harus mengulang ataupun tidak. Maka, agar lebih mudah memahami, kita akan menggunakan istilah MENYAPU LANTAI, karena prinsip Gurah adalah ”BERSIH-BERSIH” juga Ketika pagi hari kita menyapu lantai, keadaannya pasti menjadi bersih. Namun selama waktu seharian pasti ada kemungkinan terkena debu-debu dan sampah-sampah yang dapat membuat lantai kotor lagi Gurah juga demikian. Memang setelah proses Gurah, saluran pernapasan menjadi BERSIH, namun selama kita masih bernapas, maka kemungkinan akan TERBENTUK ENDAPAN BARU, SUMBATAN BARU yang mengotori pada saluran pernapasan TETAP AKAN MUNGKIN Nah, dalam teori Ilmu Gurah sering disebutkan, bahwa endapan dan sumbatan-sumbatan baru yang biasa mengotori saluran pernapasan berasal dari beberapa hal, yaitu :
  1. MAKANAN berminyak. Untuk makanan hanya makanan yang mengandung minyak (minyak goreng), karena minyak bersifat lekat apalagi minyak yang tidak jernih
  2. MINUMAN es. Kalau sudah terserang flu dan berdahak, dinginnya es dapat mempercepat berkembangnya virus flu, sehingga sumbatan pernapasan semakin berlebih
  3. KEBIASAAN merokok. Nikotin yang setiap saat dihisap masuk tubuh dan mengendap di sekitar paru-paru
  4. LINGKUNGAN/Kondisi Udara Asap, debu dan polusi udara yang lain setiap hari sangat berpengaruh
Untuk point 1-3 terkadang kita dapat mengusahakan untuk mengurangi atau menghentikan, namun untuk point 4 sering kangelan (Jw). Karena sering kali lingkungan dan kondisi udara itu berhubungan dengan pekerjaan, seperti : bengkel, pabrik tepung, amplas mebel, transportasi, dan lain sebagainya Maka dari beberapa pengantar ini, bahwa PENGULANGAN GURAH memunculkan beberapa pernyataan, yaitu :
  • Gurah Untuk Pencegahan/Kesehatan. Maka hal ini berlaku untuk yang 4 point tadi. Kalau dengan 4 point ini kita dekat/sering konsumsi, artinya terbentuknya endapan baru juga akan lebih cepat. Dalam hal ini untuk Pengulangan Gurah rata-rata dalam waktu 1 tahun 2-3 kali Gurah sudah baik Gurah Untuk Pengobatan Gangguan Kesehatan Dalam hal pengobatan kita berharap 1 kali Gurah sudah sembuh/membaik. Insya Allah. Tetapi misal dirasa kurang tuntas, maka dalam hal ini untuk pengulangannya dalam jarak waktu 1 minggu 1 kali hingga 3 kali (3 minggu berturut-turut) dan selebihnya rata-rata 3 bulan 1 kali. Ini ikhtiarnya …
  • Gurah Untuk Suara. Untuk ”pasien” Gurah yang meniatkan suara, pengulangan gurah rata-rata 3 bulan 1 kali sudah cukup bagus/baik
Location: Wisma Resko Nugraha Blok A2 No. 05 Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat 40611, Indonesia (Depan Asrama Militer Yonzipur 9)

0 comments:

Post a Comment